Kamis, 26 Januari 2012

yang diperlukan Indonesia saat ini


Saya sebagai putra Indonesia sangat bangga ketika mendapati dalam Gerakan Indonesia Mengajar, ada kiriman anggota Pengajar Muda di daerah Kalimantan. Apresiasi yang sangat tinggi saya berikan kepada
Pengajar Muda Kabupaten Kapuas Hulu
  1. Abdul Aziz Jaziri (SDN 20 Sungai Putat, Silat Hilir)
  2. Ambarwati (SDN 04 Kepala Gurung, Mentebah)
  3. Belgis (SDN 06 Teluk Aur, Bunut Hilir)
  4. Dimas Budi Prasetyo (SDN 27 Gudang Suai, Putussibau Utara)
  5. Jairi Irawan (SDN 17 Nanga Bungan, Putussibau Selatan)
  6. Jaka Arya Sakti (SDN 12 Semalah, Selimbau)
  7. Nahary Latifah (SDN 03 Nanga Empangau, Bunut Hilir)
  8. Neti Arianti (SDN 08 Nanga Lauk, Embaloh Hilir)
  9. Retnosari Hardaningsih (SDN 09 Nanga Lungu, Silat Hulu)
  10. Shinta Ulan Sari (SDN 05 PB Penai, Silat Hilir)
  11. Surahmansah Said (SDN 05 Landau Badai, Silat Hulu)
Jauh dari mewahnya kehidupan Jakarta dan pulau Jawa yang megah di televisi. Namun mereka masih mempunya hati untuk mengabdi.

            Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin. Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.” Merupakan sebuah penggalan kalimat di profil Indonesia Mengajar. Org yang membuat saya sadar, jika perjuangan kita di masa ini semakin berat dan membutuhkan rasa cinta kepata bumi pertiwi ini. kecil sekali kesadaran kita di masa ini baik sebagai anak muda maupun sebagai para orang tua mengenai pentingnya berbuat nyata kepada diri sendiri dan lingkungan. Seringkali makian dan keluahan kita lepaskan tanpa ada tindakan nyata sebagai bukti luhur cinta kita pada bumi nusantara ini.

            Terlepas dari semua itu mungkin kita harus memiliki saat teduh pribadi tentang tindakan yang sudah kita lakukan kepada negara ini, tidak sekedar demo yang membosankan, korupsi yang merejalela tak akan berhenti dengan cara di demo. Mereka sudah kebal akan hinaan, karena para koruptor orang berdasi yang bisa memutar kesalahan menjadi suatu kebenaran. Selebritis tidak bisa terus kita manja dengan menyaksikan gosip-gosip kehidupan mereka, mereka juga akan bosan di temui pada fans mereka dengan alasan tidak ada ruang privasi kepada kehidupan mereka. Anak-anak semakin di duguhi dengan pendidikan moral yang tak baik di media massa, dengan suguhan berita kekerasan setiap hari di tayangkan (harusnya ada batasan mengenai waktu tayang siaran). Kemana masa depan anak kita nanti jika kita tidak sadar akan pendidikan mereka. Siapa yang akan mengajar adik-adik kita nanti di pedalaman daerah selain pulai Jawa yang kaya ini. karena pendidikan pedalaman daerah sengaja tidak di jangkau dengan alasan jauhnya jarak dan jalan yang hancur. Sampai kapan kita akan mengeluh? Mari kita bergerak dengan sebuah langkah nyata dari setiap individu. Jadikan anak-anak Indonesia tanggap pendidikan, terdidik, bermoral, serta bangga menjadi warga negara Indonesia.

            Terima kasih kepada Gerakan Indonesia Mengajar yang mengingatkan kita akan pentingnya gerakan nyata saat ini. Dari setiap gerakan kecil yang bertumbuh dengan banyak maka semakin banyak pula kebaikan yang dapat kita lakukan. Keberagaman menimbulkan perbedaan untuk kita manusia bisa menghargai karya kuasa Tuhan pada kita di bumi ini. 26januari2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar